Baru saja saya baca berita di DetikInet tentang Jakarta Kota Pengakses WordPress Terbesar di Dunia. Pernyataan itu datang dari Valent Mustamin sebagai salah seorang penyelenggara WordCamp 2010, yang mengatakan bahwa:
berdasarkan data WordPress, Jakarta memiliki jumlah unique visitor sebanyak 5.971.919.
Pertama kali membaca berita itu, saya langsung tertegun. Benarkah data itu?
Saya bukan ahli di bidang teknis seperti ini, tapi saya sejak lama selalu percaya bahwa statistik sering kali tidak mencerminkan keadaan sebenarnya.
Sebagai orang awam dengan pengetahuan terlalu terbatas dalam perkara ini, yang saya tahu Unique Visitor (UV) diukur berdasarkan pengunjung yang menggunakan IP (Internet Protocol) berbeda pada sebuah situs. Nah, di sini ada keanehan yang saya amati. Setiap kali saya berselancar di jagad maya, ketika blogwalking atau mengunjungi situs-situs atau blog-blog, IP saya selalu terbaca sebagai IP Jakarta. Logika saya berkata, “Oh itu mungkin karena saya pakai Speedy, yang servernya di Jakarta.” Padahal saya online di rumah saya di Bandung. Atau di kantor, yang juga semuanya di Bandung.
Ketika saya online dengan menggunakan laptop dan modem IM2 atau Telkomsel Flash milik kawan-kawan, yang juga berlokasi di Bandung, tetap saja terbaca bahwa IP saya adalah Jakarta. Mungkin karena memang IM2 dan Flash juga berserver di Jakarta.
Mau tidak mau, pengalaman seperti itu membuat saya berpikir, “Jangan-jangan angka 5.971.919 itu sebetulnya termasuk orang-orang seperti saya? Yaitu yang mengakses WordPress dengan menggunakan Speedy/IM2/Flash di Bandung tapi terbaca sebagai IP Jakarta? Dan bukankah banyak saya-saya lain yang mengakses di kota masing-masing tapi terbaca sebagai IP Jakarta karena menggunakan layanan Internet berserver Jakarta juga?”
Ini yang membuat saya ingin tahu, apakah angka 5.971.919 di Jakarta itu mencerminkan angka riil? Ataukah itu semata-mata statistik Internet yang membaca akses ke WordPress itu sebagai akses dari Jakarta? Meskipun sebagiannya mungkin diakses dari Bandung dan kota lain tapi terbaca sebagai Jakarta?
Jadi, kepada mereka yang lebih paham perkara teknis ini, saya ingin bertanya, apakah angka itu mengatakan yang sebenarnya?
Saya sama sekali bukan ingin menggugat pernyataan panitia WordCamp 2010. Saya hanya ingin memastikan saya paham bahwa angka itu memang riil. Toh saya bukan orang yang berpura-pura jadi pakar IT seperti yang kemarin-kemarin menggugat kepakaran IT yang lain. hehehehe
Jadi, siapapun yang paham masalah ini, saya mohon pencerahannya ya. ![]()
Related posts: