a freelance journal

by a freelance educator, writer, translator, editor

Archive for the ‘Kehebatan’ tag

Ketika Kehebatanmu Hanya Tinggal Sejarah

with one comment

Hari-hari ini saya terkenang seseorang. Dia warganegara Amerika Serikat yang pernah bersekolah di SECAPA TNI AD, Bandung. Tak lama, hanya setahun. Selama itu, saya menjadi semacam asisten pribadinya. Membantunya memahami tugas-tugas sekolah, yang sebagian besar diberikan sore ini harus dikumpulkan besok pagi. Seringkali saya mengetikkan segala isi pikirannya dalam menjawab pekerjaan rumah itu. Jam kerja saya untuknya adalah 7-12 malam. Kadang lebih. hehe

Di sela-sela pekerjaan, terkadang kami berdiskusi tentang sesuatu yang rada-rada nyambung dengan apa yang sedang dibahas. Salah satunya ini: kenapa orang Indonesia cenderung suka membangga-banggakan kehebatan di masa lalu? Diskusi itu terpicu oleh kenyataan, bahwa di sekolahnya itu banyak sekali perwira siswa lokal yang senang mengatakan hal-hal seperti ini:

* Dulu saya meraih prestasi anu dan anu.
* Saya pernah melakukan ini dan itu.
* Saya dulu berhasil membuat ini dan itu sehingga membuat atasan saya bangga.

Itu sekadar contoh saja. Tapi saya setuju dengan bule itu. Karena saya sendiri memang pernah, malah sering, bertemu dengan orang-orang yang begitu bangga dengan hal-hal hebat yang pernah dilakukannya. Sudah hampir sepuluh tahun ini saya hidup di lingkungan akademik-ilmiah (katanya!) sebuah perguruan tinggi. Jangan tanya seberapa sering saya bertemu dan berhadapan dengan kearoganan dosen atau pejabat. Yang membuat saya bete, seringkali arogansi itu hanya didasarkan oleh sesuatu yang sudah lewat. Sedangkan orang-orang yang pada masa sekarang masih hebat, dan besok-besok juga kemungkinan akan selalu hebat, sama sekali tidak pernah menunjukkan arogansi semacam itu.

Kawan saya yang bule itu kemudian memberikan pesan yang saya sepakati:

If you did some great things in the past, that’s great. but what’s more important is the present and the future. Do other great things now and tomorrow. But since tomorrow may never come to us, let’s do them now.

Kenangan itu berkelebat di pikiran saya, karena tadi siang saya bertemu dengan orang (Indonesia) yang dengan gagah bercerita tentang prestasi-prestasinya dulu.

Jangan salah persepsi. Saya bukannya tidak menghargai prestasi atau kehebatan saya atau orang lain. Yang saya ingin tekankan adalah: plis deh, ga usah merasa diri hebat hanya karena pernah berprestasi di masa lalu. Kata kuncinya adalah dulu.

Written by adhi

May 26th, 2008 at 7:24 pm

Posted in Diari

Tagged with ,