Sarapan berita pagi ini mengantar saya ke sebuah forum. Di sana ada satu thread dengan judul menarik. Isinya tentang kabar bahwa salah satu merk sepatu bola untuk Piala Dunia 2010 dibuat di Indonesia. Katanya. Sang Thread Starter (TS) kemudian mengatakan bahwa dia bangga dengan hal itu, lalu bertanya apakah yang lain juga merasa bangga dengan hal tersebut. Kebanyakan merasa tidak bangga.
Saya juga merasa biasa-biasa saja. Tidak bangga. Seperti kebanyakan komentar, saya setuju bahwa sepatu itu dibuatnya saja di Indonesia. Dengan tenaga kerja yang dibayar murah. Identitas merk, desain, dan lain-lainnya tetap berstatus negara asalnya. Dalam hal ini Jepang sebagai negara asal pemegang merk sepatu itu. Belum lagi fakta bahwa sepatu itu bukan sepatu yang dipakai oleh pemain-pemain dari negara-negara yang bermain di Piala Dunia 2010. Kemungkinan itu sepatu untuk jualan suvenir. Dalam hal ini kita punya pengalaman ketika ada kabar heboh bahwa Piala Dunia 1998 menggunakan bola buatan salah satu kabupaten di Indonesia. Ternyata bola itu untuk suvenir, bukan dipakai di lapangan.
Nah, kan. Jadi intinya ini perkara bisnis saja. Karena pertimbangan bisnis, berbagai merk dunia banyak yang mempercayakan produksinya ke perusahaan-perusahaan di Indonesia. Saya tidak bangga dengan status “sepatu itu diproduksi di Indonesia”, tapi saya turut berbahagia untuk pihak pabrik yang mendapat orderan mengerjakan produksi tersebut. Apalagi pabrik itu menghidupi banyak keluarga.
Di sinilah ingatan saya pun otomatis berkelebat ke nasib para buruh pabrik berupah rendah dengan kesejahteraan minim yang mengerjakan produksi merk-merk terkenal berharga jual mahal. Seperti tersaji secara gamblang dalam film dokumenter (dan buku) John Pilger berjudul The New Rulers of the World.
Dalam konteks bangga-banggaan ini, saya lebih merasa bangga ketika mulai masuk ke jagad blogosphere, menggunakan mesin WordPress, lalu saya tahu sedikit demi sedikit, bahwa ternyata Indonesia punya banyak orang hebat urusan WordPress. Nah ini yang bikin saya bangga. ![]()
Menurut Anda bagaimana?
M. Ramdhan Adhi
Menikmati hidup sebagai penerjemah profesional dalam pasangan bahasa Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Anggota Penuh di Himpunan Penerjemah Indonesia dan Sekretaris di HPI Komda Jabar. Dosen luar biasa untuk mata kuliah English for Business di Program Studi Akuntansi, Universitas Pendidikan Indonesia. Memiliki hasrat terbesar dalam bidang linguistik, penerjemahan, Internet, blogging, riset dan penulisan.
Related posts:








