Sang Dosen Melarang Fotokopi Buku

Dulu sekali, sekitar 10 tahun silam, Sang Dosen itu selalu berkata bahwa berbagi ilmu itu merupakan bagian dari amal jariah, kebaikan yang pahalanya akan terus mengalir bahkan ketika si pembagi ilmu sudah meninggal.

Sambil berdalil mengutip keterangan ayat dan hadis, Sang Dosen mengajak kami, mahasiswanya, untuk mencintai ilmu, menuntut dan membagikan ilmu. Salah satunya dengan aktivitas mengajar. Salah duanya dengan menulis buku.

Sekarang, sekitar 10 tahun sejak ajakannya itu, Sang Dosen menulis buku dan ada penerbit yang menerbitkannya. Buku itu kemudian digunakan di perkuliahan yang dia asuh. Setiap mahasiswa membeli bukunya. Saking lakunya, akhirnya tidak setiap mahasiswa kebagian. Tapi kepada yang belum kebagian itu, Sang Dosen meminta pengertian supaya buku tersebut tidak difotokopi. Padahal untuk buku-buku lain yang ditulis oleh orang lain (biasanya terbitan luar negeri), memfotokopi buku untuk keperluan perkuliahan merupakan praktek lazim dan dimaklumi bersama.

Maka terbersitlah sejumlah tanya jauh di lubuk hati ini. Kenapa tidak boleh difotokopi. Bukankah memang stok sudah habis. Bukankah cetak ulang masih lama sedangkan perkuliahan sudah berjalan hampir setengah semester. Lalu ke manakah dalil ayat dan hadis yang dulu mengajarkan indahnya berbagi, bahwa ilmu adalah amal jariah yang akan menghiasi buku catatan kebaikan bahkan jika kita sudah almarhum.

Mungkinkah dalil ayat dan hadis itu sudah tergeser oleh dalil motif ekonomi dalam bentuk royalti penjualan buku?

Saya tidak mau berprasangka terlalu jauh. Tapi pesan saya kepada Anda, khususnya jika Anda seorang guru atau dosen (alias pendidik): mohon ini jangan ditiru.

Jangan gadaikan amal jariah yang profitnya permanen demi motif ekonomi yang profitnya sesaat.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Comments

  1. says

    itu sih orientasinya sudah uang pak bukan lagi amal jariah atau menyebarkan indahnya pesan dari hadist dan ayat suci, uang membuat orang lupa apa yang pernah diajarkannya. tapi saya belum jadi dosen. jika jadi dosen gak tau deh.

  2. says

    Yaa….., gimana sih tuh dosen…, moga ja dosen2 sekarang gak mikirin royalti melulu…, tapi mikirin moral mahasiswa yang makin………………….., gitu deh..
    Maklum…, gue juga mantan mahasiswa……..

  3. says

    pengalaman saya di mesir. buku malah bebas di fotocopy at diperbanyak…
    krn orientasinya bukan uang. tp “memanjangkan” ilmu. pahalanya luar biasa

  4. itoz says

    for me, itu adalah hak dosen…perkara amal jariah jangan dikaitkan dengan ‘larangan’ pak dosen tersebut. Cobalah berfikir seandainya anda seorang penulis…selayaknya hasil karyanya dihargai oleh kita secara finansial…kewajiban yang beliau tunaikan (tanpa kita ketahui,mungkin) atas hasil penjualan buku tersebut merupakan amal jariah beliau juga …sok ah, be wiser!

  5. says

    artikelnya bagus GAN.. pengalaman pribadi tah? memang kebaikan dan pahala orang yang membagikan ilmunya akan terus mengalir bahkan ketika pembagi ilmu tersebut sudah meninggal.

Silakan Komentarnya