Sebulan belakangan ini, dan beberapa bulan ke depan, saya jelas-jelas padat dengan agenda penerjemahan beberapa buku. Khusus mulai pekan ini, kesibukan juga bertambah karena ada gelaran Piala Dunia, momen empat tahunan yang tentu saja perlu strategi khusus supaya tidak melewatkan satu pertandingan pun, tapi tidak mempengaruhi aktivitas pekerjaan dan rutinitas lainnya. Hehehehe…
Tapi satu bulan belakangan ini pula, blog pribadi saya ini mendadak mengalami perlambatan yang parah. Di Admin Panel, setiap kali hendak bepergian dari satu menu ke menu lain, misalnya dari Posts ke Pages, atau ke Plugins, seringkali muncul pesan Error 404 Page Not Found. Kalau di halaman utama, pesan yang sering muncul adalah 500 Internal Server Error.
Saya sampai merepotkan pihak hosting, karena bolak-balik bertanya ada apa gerangan dengan blog ini. Sebetulnya blog ini hanya blog pribadi, tempat saya curhat biasa, bukan blog yang saya tujukan untuk cari recehan dollar. Tapi tetap saja, masalah-masalah seperti itu menimbulkan rasa tidak nyaman dan gemas ingin segera memperbaikinya. Termasuk dengan cerewet bertanya kepada teknisi hosting, selain sibuk gugling.
Dari hasil konsultasi dengan pihak teknisi itulah, ditambah dengan referensi hasil gugling tentang munculnya pesan error ketika berjalan-jalan di Admin Panel, maka mulai hari ini saya mengubah theme dan mendeaktivasi semua plugins. Ini untuk melihat bagian mana dari blog ini yang menimbulkan masalah. Apakah masalahnya di theme, di plugins, atau entah di mana. Saya kuatir jika ada virus yang menyerang blog ini, seperti yang pernah menimpa kawan saya, sang Kuburan. Saya juga kuatir ada semacam bot yang merusak konfigurasi blog ini. Karena itu, semua aspek harus diperiksa. Termasuk dengan melucuti themes dan plugins blog ini.
Semoga saja, sumber masalahnya bisa segera ditemukan.
Piala Dunia 2010 akhirnya bergulir dengan diawali oleh partai antara tuan rumah Afrika Selatan vs Meksiko. Pertandingannya tidak terlalu menarik. Meksiko kurang tajam dalam penyerangan, dan kurang rapi dalam bertahan. Afrika Selatan tampak terlalu berhati-hati, selain bahwa memang kualitas tim Bafana-Bafana kali ini tidak sebagus generasi sebelumnya ketika masih ada Benny McCarthy dkk.
Meski demikian, ada satu momen yang menarik sekali, yaitu ketika gol Carlos Vela dianulir oleh wasit karena posisi Vela dianggap offside. Pembawa acara dan komentator televisi versi English sudah berkali-kali menyebutkan keputusan itu benar. Uniknya, komentator RCTI justru mengatakan itu tidak offside.
Yang sebenarnya adalah itu memang offside. Sah dan tidak ada perdebatan. Penjelasannya bisa disimak di tulisan simamaung berikut ini.
Saya berharap, kasus dianulirnya gol Meksiko itu, dan penerimaan para pemain dan ofisial Meksiko terhadap keputusan wasit, bisa menjadi buat kita para pemirsa, penonton, ofisial dan para pemain, pembawa acara dan komentator siaran langsung RCTI, apalagi wasit. Kalau buat PSSI, ini masih bisa jadi pelajaran enggak ya? hihihihihi….
Sebagai seorang penerjemah, saya merasakan betul betapa pentingnya memiliki perangkat lunak yang mampu mengonversi file berformat Pdf ke Word.
Saya bekerja dengan Ms Word, tapi kebanyakan klien mengirim teks sumber berupa file Pdf. Jika harus mengetik dengan membuka dua jendela, satu Word dan satu lagi Pdf, itu terasa sangat tidak efektif selain tidak efisien. Waktu saya banyak terbuang untuk mondar-mandir antar jendela. Jika dua jendela itu dibuka berbarengan, kurang nyaman juga pengerjaannya. Di situlah pentingnya memiliki Pdf-to-Word Converter, supaya saya bisa membaca teks sumber sambil langsung menerjemahkannya.
Uniknya, setelah kira-kira 10 tahun saya menjalani pekerjaan terjemahan, dan selama itu pula saya sering gonta-ganti Pdf Converter, baru sekarang saya menemukan perangkat lunak pengonversi Pdf-ke-Word yang benar-benar sesuai selera saya (cupu ya, baru tau sekarang, hehehee).
Namanya AnyBizSoft Pdf To Word converter.
Perangkat lunak yang satu ini benar-benar memuaskan saya. Tidak saja karena bisa didapat secara gratis, tapi karena proses operasi dan hasilnya juga amat baik.
Dengan dua langkah sederhana, memilih file Pdf lalu memilih folder penyimpanan hasil konversi, produk keluaran AnyBizSoft ini mampu mengonversi file Pdf ke Word (60an halaman) tak lebih dari 30 detik dengan kualitas sangat prima: tata letak teks, gambar, tabel, semua seperti sumbernya di Pdf. Bisa dibilang hampir 99% seperti aslinya.
Terima kasih tak terhingga saya ucapkan kepada para pengembang AnyBizSoft yang telah membuat software sakti ini dan menggratiskannya.
Keandalan ini membuat saya melupakan semua Pdf Converter yang selama ini saya gunakan, termasuk fungsi bawaan Adobe Reader sendiri. Kecuali jika nanti terbukti ada yang lebih baik.
Posted with WordPress for BlackBerry.
Recent Comments