Judul ini sudah sangat deskriptif, saya pikir. Tinggal dijawab. Hehehee
Sampai sekarang hal ini jadi semacam tradisi di penerbit-penerbit yang pernah, dan yang sedang, bekerja sama dengan saya.
Di dalam kontrak selalu tertulis bahwa jika penulis/penerjemah menyerahkan naskah pada waktu yang melebihi deadline, maka dikenakan denda/penalti sekian persen.
Itu jelas klausul yang memberi motivasi bagi penulis/penerjemah untuk sesegera mungkin menyelesaikan dan menyerahkan pekerjaan. Apalagi ada klausul bahwa ada bonus jika pekerjaan tuntas tepat waktu atau sebelum jatuh tempo.
Tapi yang terjadi selalu pengulangan sejarah: penerbit terlambat melakukan pembayaran honor, dan tidak ada denda/penalti untuk keterlambatan itu. Penerbit selalu pandai meminta penulis/penerjemah bersabar.
Well, persoalannya bukan soal sabar dan tidak sabar. Tapi lebih kepada adanya keperluan-keperluan bulanan yang tidak bisa ditangguhkan dengan alasan “penerbit belum bayar honor saya”.
PLN akan mematikan listrik jika kita nunggak. Telkom akan mematikan telepon jika kita nunggak. Operator akan memblokir layanan seluler jika kita nunggak. Mereka tidak mungkin merasa terenyuh lalu tidak memblokir dengan alasan “kasihan pelanggan itu belum dibayar honornya oleh penerbit”. Belum lagi kalau ada kebutuhan-kebutuhan lain yang mendesak: sakit, biaya sekolah, dll.
Nah, semoga saja ada khalayak penerbit yang membaca tulisan ini. Itu pertimbangan utama kenapa sebaiknya penerbit jangan terlalu lama terlambat mencairkan pembayaran honor penulis/penerjemah. Terlambat 1-2 hari okelah bisa dimaklumi sebagai prosedur. Tapi kalau sudah berhari-hari, sudah masuk hitungan minggu, patut dipertanyakan bagian keuangannya itu kerjanya apa saja.
Kepada penulis/penerjemah yang mengalami hal sedemikian, saya hanya bisa berpesan untuk tetap bersabar sambil intens berkomunikasi dengan penerbit. Jangan lupa tetap tabah dan jangan malu meminjam uang kepada teman-teman dalam rangka menutupi biaya harian/mingguan/bulanan selama menunggu pembayaran.
Dan di situlah pentingnya kita punya tabungan. Karena kita sama-sama tahu bahwa (sebagian) penerbit memang selalu terlambat membayar.
Posted with WordPress for BlackBerry.
Saya jadi heran dengan sikap FIFA terhadap kinerja wasit di Piala Dunia 2010 ini.
Dalam kasus gol Heinze ketika Argentina mengalahkan Nigeria, FIFA berkomentar bahwa gol itu tidak sah dan seharusnya dianulir karena saat Heinze hendak menanduk bola, Walter Samuel memegangi Chinedu Obasi yang hendak menghadang ke arah Heinze. Kita sama-sama tahu bahwa gol itu tetap sah tapi FIFA mengeluarkan rilis yang menjadi peringatan bagi wasit-wasit lain.
Dalam kasus Koman Coulibly, wasit asal Mali yang menganulir gol Maurice Edu sehingga AS dan Slovenia tetap 2-2, FIFA bahkan bertindak lebih galak lagi dengan memarkir Coulibaly dan tidak memasukkannya ke dalam daftar wasit yang akan memimpin pertandingan-pertandingan selanjutnya.
Anehnya, untuk kasus tendangan Lampard yang bolanya sudah melewati garis gawang, dan kasus gol pertama Tevez ke Meksiko yang diduga kuat dalam posisi offside, FIFA bersikap NO COMMENT.
Sebagai penikmat bola, kita tentu tahu bahwa keputusan FIFA memang tidak akan mengubah hasil pertandingan. Tapi bukan itu yang saya ingin lihat dari FIFA. Saya ingin melihat FIFA lebih adil dan konsisten dalam menyikapi kasus-kasus keputusan wasit.
Posted with WordPress for BlackBerry.
Terkait masalah yang menimpa blog pribadi ini, saya sempat kepayahan mencari tahu sumber masalahnya. Setelah konsultasi sana-sini, gugling masalah-masalah sejenis, ujung-ujungnya masalah beres setelah instal ulang WordPress. hehehe
Ini gejala-gejala masalahnya:
- Blog sering memunculkan pesan 500 internal server error di front end, dan sering memunculkan pesan 404 page not found di back end / Admin Panel.
- Di Dashboard, kotak Incoming Links, WordPress Development Blog, Other WordPress News, semuanya tidak menampilkan data seperti biasanya. Yang ada justru RSS Error, HTTP Error, dll.
- Ketika masuk ke Plugins page, seringnya muncul pesan 404. Jikapun bisa masuk ke daftar Plugins, biasanya nanti tidak bisa add new, karena tag cloud juga tidak muncul, fungsi search plugin juga selalu memunculkan pesan http error.
Detail masalahnya kira-kira terwakili oleh 2 postingan dari 2 orang berbeda di ruang support wordpress.org berikut ini:
det.conan/Member/Posted 10 months ago #
My problems :1) In my dashboard all the boxes including “Incoming Links”, “WordPress developement blog”, and “Other WordPress News” don’t show anything but : (RSS Error: WP HTTP Error: 1: Operation not permitted)
Mecandes/Member/Posted 10 months ago #
Everything was working fine. Today when I logged into my WordPress dashboard, it notified me that some plugins needed updating. I selected the first one, Akismet, and clicked the automatic upgrade (I’ve done this before, no problems). This time, at the point where it would usually say Plugin Successfully Reactivated, it instead showed a portion of a 404 error page.
Now, my Plugins page is broken. When I click on “Plugins” in my left sidebar, I get a 404 page not found error for plugins.php (Yes, the wp-admin/plugins.php file is still there.) It also no longer shows updated plugins count in a circle.
Did the plugin itself get corrupted? Well, deleting Akismet folder made no difference, at least. Deleting ALL of my plugins does make the plugins.php page re-appear… but as soon as I add one plugin (any), the error returns.
Researching similar problems here on the forums didn’t help: for example, for some other people, plugins.php not loading means sometimes a memory issue — but attempting to change the php memory limit via .htaccess file just generates a 500 server error for me, breaking everything. (PHP version is 5.2.10.)
This problem did not/has not effected other WordPress installations on my server. (Though they are add-on domains and this one is a subdomain.) It also only seems to be related to plugins.php — everything else on my site seems fine, plugins all seem to be working normally, etc.
Gambarnya seperti ini:
Dalam gambar, kebetulan Incoming Links sedang bisa bekerja. Seringnya hanya menampilkan pesan rss/http error.
Yang sudah saya lakukan:
- Mengatur CHMOD ke 755 untuk folder dan 644 untuk file
- Repair & Optimize database
- Deaktivasi semua plugins
- Ganti theme ke theme classic/default
- Clean browser cache
- Ganti browser
- Akses dari tempat lain
Semuanya tidak menyelesaikan masalah.
Akhirnya sampai ke jurus pamungkas: instal ulang WordPress, masalah pun beres! hehehe…
Terima kasih kepada Tim Teknis RumahWeb yang sudah saya repotkan dan cereweti selama sebulan terakhir sejak masalah ini muncul, dan telah berjasa membantu menghilangkan masalahnya.

Recent Comments