Acaranya berjudul Latihan Bareng 4Peniti. Saya dan Wafi sudah ada di Bumi Sangkuriang, sepuluh menit sebelum acara dimulai. Tapi suasana masih tampak sepi. Saya lalu mengirim pesan pendek kepada kawan yang mengundang saya ke acara ini. Saya tanyakan, “Apa gw salah lokasi? Kok jam segini masih sepi? Katanya 7.30?” Dia bilang, “Tunggu aja, ini kan waktu endonesa.” ![]()
Lima menit kemudian, Ammy datang. Lalu ada kakak-adik Rudi dan Ari. Dibantu teknisi, mereka langsung masuk ruangan dan menyiapkan peralatan sambil check sound. Tepat pukul 19.30, acara masih belum dimulai. Tak lama, sang vokalis tiba di lokasi. Akhirnya.
Jam Session yang dijuduli Latihan Bareng 4Peniti ini kemudian berjalan seperti biasa: membius dan heboh. Saat lagu pertama dimainkan, jumlah penonton masih kurang dari sepuluh orang. Seiring lagu demi lagu yang mereka mainkan, jumlah penonton kian bertambah. Yang unik, penonton datang dari berbagai kalangan. Secara ras, di sana ada ras pribumi dan mancanegara. Secara usia, ada anak yang sedang merayakan ulang tahun ke-5, ada abege, ada abege-dewasa, ada dewasa-muda, dan dewasa-tua hingga tua-banget. Secara jender, penonton juga rata: laki-laki dan perempuan.
Mungkin lebih nikmat jika semua penonton tumplek datang sejak awal acara. Tapi tidak apa-apa. Yang ada tadi malam sebetulnya sudah menunjukkan perkembangan yang bagus. Kawan saya, Oki Razak si bos Bundar Citra Mandiri (iklan: ini perusahaan periklanan/advertising yang juga tempat Zaki Peniti cari rezeki), sempat bercerita, “Waktu pertama maen di sini sih, gue satu-satunya penonton! Padahal waktu itu yang maen ada dua band.” Tidak ada dokumentasi tentang berapa jumlah penonton pada perhelatan Latihan Bareng 4Peniti dua minggu yang lalu, tapi kata penjaga gedung, “Lebih banyak dari acara pertama.” Lebih banyak itu bisa berarti dua, tiga, empat, lima, dan seterusnya. ![]()
Kalau melihat jumlah penikmat musik tadi malam, saya yakin sesi berikutnya (iklan: 4 Desember 2008) akan lebih banyak lagi. Karena tadi malam, setiap penonton sudah berjanji akan membawa lebih banyak teman. Kalau setiap satu orang bisa membawa satu teman lagi, maka nanti tanggal 4 Desember itu seharusnya ada minimal 60 orang yang menikmati Latihan Bareng 4Peniti ini.
Cukup sudah obrolan tentang penonton dan calon penonton. Sekarang soal musik mereka. Seperti (luar) biasa, setiap personil 4Peniti memang pandai berakrobat dengan alat musik masing-masing. Tadi malam suara sound system memang tidak terlalu jernih, tapi itu tidak mengurangi kenikmatan setiap orang yang ikut hanyut terbawa permainan musik yang penuh melibatkan emosi. Alunan biola dari Ammy yang bersaling-sambut dengan suara gitar string Zaki, bersama dengan dentuman double-bass (contra-bass) Rudi dan hantaman drum Ari, begitu nikmat di telinga. Kemampuan berimprovisasi secara lincah yang dibarengi gaya komunikatif Zaki sang vokalis, membuat penonton benar-benar larut dan terbius dalam suasana penuh keakraban dan interaktif. Selama dua jam penuh, penonton yang berbeda ras-usia-jenis kelamin itu sama-sama terlibat secara emosi dalam setiap lagu yang dimainkan. Seandainya acara itu dipungut bayaran, bisa dipastikan penonton TIDAK RUGI. Apalagi ini GRATIS.
Saya tidak ingin membahas sisi musikalitas 4Peniti secara teknis satu per satu. Saya lebih suka mengajak Anda untuk hadir langsung menikmati musik mereka. Ya, acara ini bersifat dwi-mingguan. Terbuka untuk umum. Siapa saja boleh hadir. Setiap orang dianjurkan untuk membawa banyak teman. Karena, seperti yang dikatakan Zaki, ini adalah acara, “manggung kayak latihan, bakalan bertemu teman teman, saudara-saudara yang kita cintai… dalam suasana yang lebih hangat tentunya.”
Pastikan Anda kosongkan jadwal Kamis malam pukul 19.30-22.00 WIB. Datanglah ke Resto & Cafe Concordia di Bumi Sangkuriang, Bandung. Sambil menikmati sajian makanan dan minuman, mari kita sama-sama menikmati menu utama di sana: Latihan Bareng 4Peniti. Sampai ketemu di sana nanti 4 Desember 2008!
Catatan: Gambar 4Peniti saat tampil di JJF 2008 diambil dari 4Peniti.
M. Ramdhan Adhi
Menikmati hidup sebagai penerjemah profesional dalam pasangan bahasa Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Anggota Penuh di Himpunan Penerjemah Indonesia dan Sekretaris di HPI Komda Jabar. Dosen luar biasa untuk mata kuliah English for Business di Program Studi Akuntansi, Universitas Pendidikan Indonesia. Memiliki hasrat terbesar dalam bidang linguistik, penerjemahan, Internet, blogging, riset dan penulisan.
Related posts:







