Memberi Nilai Tambah

January 22nd, 2010 by M. Ramdhan Adhi Leave a reply »

Rasanya sudah jadi rahasia umum, salah satu kunci sukses berbisnis, dan menjalani kehidupan pada umumnya, adalah memberi nilai tambah pada apa yang kita lakukan. Jadi kalau kita seorang pebisnis online, pebisnis internet, maka kita juga harus memberi nilai tambah pada bisnis atau layanan jasa yang kita berikan. Tujuannya bukan supaya mendapat tambahan pembayaran dari klien atau konsumen, tapi supaya kita bisa memberikan yang terbaik kepada klien/konsumen kita. Karena memang itulah wilayah kita: melakukan dan memberikan yang terbaik. Perkara klien/konsumen mau membayar lebih atau tidak, itu bukan urusan kita. Itu wilayah klien/konsumen.

Dalam pengalaman saya sebagai penulis, penerjemah, atau editor, terkadang saya bertemu dengan klien yang dari awal sudah bersepakat dengan suatu pekerjaan yang diberikan kepada saya, lalu harganya pun disepakati. Nilai tambah yang bisa saya lakukan adalah mengerjakannya dengan lebih cepat dari waktu deadline yang sudah disepakati. Tentu dengan tidak mengurangi kualitas pekerjaan.

Dalam konteks pekerjaan penulisan konten atau content writing, nilai tambahnya juga berupa pengerjaan yang lebih cepat, selain jumlah kata agak lebih dari jumlah yang dipesan. Misalnya seorang klien memesan artikel 400 kata, tentu tidak ada salahnya kalau kita sebagai content writer menulis artikel yang 450 kata.

Dengan budaya kerja seperti ini, saya rasakan ada suatu keberkahan yang luar biasa. Seringkali saya bertemu dengan klien-klien yang murah hati. Ada yang memberi uang lebih dari yang seharusnya dibayarkan. Ada yang terus memberi pekerjaan, ada yang jadi berhubungan baik di dunia offline sehingga ada peluang-peluang kerjasama yang lain.

Memang tidak setiap klien jadi baik seperti itu. Terkadang malah ada klien yang pada saat pembayaran tetap menawar harga yang lebih murah. Misalnya pada saat akad transaksi disepakati bahwa biaya penerjemahannya adalah Rp 12.500 per halaman. Ketika terjemahan selesai dan dikirimkan, sang klien malah menawar supaya saya memberi diskon lagi sekitar Rp 200.000 dari total yang seharusnya dibayarkan. Sesekali ada rasa jengkel terhadap klien seperti ini, tapi akhirnya saya ikhlaskan. Saya berpikir positif saja, bahwa mungkin beliau memang tidak punya uang sebanyak yang seharusnya dibayarkan. Dan akhirnya kekurangan itu tertutupi oleh klien lain yang membayar lebih dari yang seharusnya. Jadi saya sebetulnya tidak kehilangan uang hak saya. Bukankah ini mekanisme alam yang indah?

Bagaimana dengan Anda? Nilai tambah apa yang biasanya Anda berikan dalam bisnis yang Anda lakukan? Yuk sharing di sini :grin:

M. Ramdhan Adhi

Menikmati hidup sebagai penerjemah profesional dalam pasangan bahasa Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Anggota Penuh di Himpunan Penerjemah Indonesia dan Sekretaris di HPI Komda Jabar. Dosen luar biasa untuk mata kuliah English for Business di Program Studi Akuntansi, Universitas Pendidikan Indonesia. Memiliki hasrat terbesar dalam bidang linguistik, penerjemahan, Internet, blogging, riset dan penulisan.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle PlusDiggStumbleUponYouTube

No related posts.

Advertisement

RealTranslatorJobs.com
Real Writing Jobs
SurveysPaid.com
Get Cash For Surveys
Wordpress Plugin Creates Backlinks Automatically!

  • http://www.dukeendosurgery.org healthy tips

    :razz: Setiap orang pasti berbeda – beda cara menawarnya bung, yang sabar aja ??? suatu saat rejekinya bertambah < :lol: Ok Bung
    .-= healthy tips´s last blog ..Award Honors Success in Fight Against Diabetes =-.

Buffer
GetSocial