Pagi ini saya membaca obrolan di Tweeter antara @imonika dan @angdamdewi (maaf kepada dua orang ini, obrolan kalian saya jadikan tulisan ya, hehehe). Penggalan percakapan yang menarik perhatian saya adalah:
Awh..u’re rite, maybe there’s no good in goodbye. he. Gmornin erna
RT @angdamdewi: What about a “badbye”?
![]()
Begitu sering kita menggunakan kata goodbye, padahal belum tentu kita paham benar makna dan asal usul kata tersebut. Terkadang dituliskan good-by, good-bye, goodby, dan goodbye. Semuanya dianggap benar. Tapi penggunaan yang paling popular adalah goodbye. Kata tersebut bisa jadi salah satu kosakata bahasa Inggris yang paling mudah dikenal orang Indonesia karena banyak ditemui di film-film dan buku-buku, selain banyak sekali lagu popular yang melantunkan goodbye secara merdu dan sendu.
Meski sudah tak asing, tetap saja ada sebersit tanya kenapa tidak ada badbye seperti diretoriskan Angdamdewi. Pun, apakah memang tidak ada “good” dalam goodbye, seperti dihipotesiskan Imonika?
Dari hasil telusur sementara di dunia maya, berbagai sumber, termasuk di antaranya Oxford English Dictionary, disebutkan bahwa secara etimologis, kata goodbye berasal dari ungkapan God Be With You yang bahasa arkaiknya ditulis god be with ye.
Orang-orang mengucapkan god be with you ini sebagai ungkapan perpisahan. Di situ terselip sejumput doa agar “Tuhan bersamamu”. Dengan variasi aksen dan percepatan pelafalan, orang-orang lantas mengucapkannya secara singkat menjadi good bye. Pemendekan frasa tersebut konon terjadi sejak abad ke-16. Dalam sebuah kutipan dari tahun 1659, ungkapan tersebut masih dengan “god” seperti dalam “But mum for that, his strength will scarce supply His Back to the Balcona, so God b’ wy.”. Shakespeare menuliskannya “God be wy you” dan “God buy’ ye”. Pada tahun 1694, mulai berubah menjadi “good” seperti dalam “He flings up his tail..and so bids us good-b’wy.”. Perubahan gradual itu, katanya, akhirnya sampai ke bentuk terkini goodbye sejak abad ke-18. Diduga kuat bahwa perubahan dari God menjadi good itu terpengaruh frasa-frasa perpisahan lain, seperti good morning, good day, dan good night.
Kutipan dari urbandictionary.com mungkin bisa lebih seru lagi pembahasannya. Kamus tersebut mencantumkan kata kthxbye sebagai kependekan dari “k thx bye”. Apa pula itu maknanya? K untuk OK, yang kependekan dari oll korrect, perubahan secara kelakar dari All Correct. Adapun thx adalah kependekan untuk thanx, perubahan secara kelakar dari thank you. Sedangkan bye kependekan dari goodbye, yang merupakan perubahan dari perubahan God be with you. Konon, ini adalah puncak dari perkembangan bahasa Inggris, yang menggabungkan kependekan dari All correct, Thank you, dan God be with you menjadi kata dengan tujuh huruf saja: kthxbye.
Anda boleh setuju boleh juga tidak, karena kita tidak sedang berada dalam ruang rapat musyawarah untuk mufakat. Sekali lagi saya ulangi, ini semua baru berdasarkan telusur sementara. Sumber-sumber rujukan pun bukan termasuk yang primer. Apalagi untuk kasus kthxbye, sudah banyak juga yang menyatakan keberatannya. Karena itu, jika Anda memiliki referensi lain yang lebih baik bobotnya, lebih bagus lagi bila lebih ilmiah, silakan lengkapi tulisan ini dengan memanfaatkan kolom komentar di bawah.
Pokoknya: kthxbye deh!
Rujukan online
http://www.etymonline.com/index.php?term=good-bye
Dictionary of Word Origins. John Ayto.
http://www.unm.edu/~dave/words/5-2.html
http://www.word-origins.com/definition/good-bye.html
http://english.stackexchange.com/questions/1505/origin-of-the-word-goodbye
http://www.merriam-webster.com/dictionary/goodbye
Related posts: