Kompas edisi Senin 4 Januari memuat artikel tentang Tracking Survey tahun 2004 oleh the Pew Internet & American Life Project, yang salah satu hasilnya mengatakan bahwa 26 persen pria pengguna internet sering mengakses situs khusus pria dewasa, berbanding tiga persen wanita saja yang punya kebiasaan sama.
Bagi saya ini menarik, khususnya karena kemarin-kemarin baru mendapat pertanyaan dari salah seorang mahasiswa. Dia bertanya: “Pak, kenapa cowok suka film porno, sedangkan cewek tidak suka?” Saya bilang: “Iya kah? Coba nanti saya riset kecil-kecilan dulu ya.”
Kalau melihat hasil survey tadi, juga membaca literatur soal sikap lelaki dan wanita terhadap segala sesuatu yang berbau pornografi dan pornoaksi, saya membuat kesimpulan awal bahwa lelaki memang punya kecenderungan untuk menyukai materi-materi pornografi dan pornoaksi, dalam segala bentuknya, entah itu film, buku, komik, cerita, tari perut, tarian telanjang, pokoknya apapun yang mengandung unsur porno dan kepornoan. Sedangkan wanita secara umum cenderung tidak menyukainya.
Situs KapanLagi juga pernah menyajikan artikel menarik tentang ini. Di situ disebutkan lima alasan kenapa wanita tidak suka film porno:
- Film porno mementingkan unsur visual
- Artis film porno jelek-jelek
- Film porno mudah ditebak alur ceritanya
- Film porno itu merendahkan
- Film porno itu murahan
Saya jadi tertarik membedah masalah ini secara lebih ilmiah dan komprehensif. Jadi mulai sekarang saya akan coba cari-cari literatur yang bisa menjelaskan perkara unik ini. Tentunya sambil tidak meninggalkan aktivitas rutin yang lain.
Saya juga ingin mendapat gambaran dari sidang pembaca, baik pria maupun wanita. Bagaimana Anda melihat masalah ini? Bagaimana sikap Anda terhadap lima alasan seperti yang dikemukakan oleh artikel di KapanLagi? Silakan berbagi di kolom komentar.
Terima kasih. ![]()
Related posts: