Sebagai seorang pekerja lepas alias freelance, secara teori saya punya kebebasan untuk menentukan kapan, di mana, dan bagaimana saya bekerja. Tapi ada satu “kewajiban” yang tidak bisa tidak saya lakukan setiap kali memulai hari, yaitu minum kopi. Untuk yang satu ini, saya tidak free.
Ketika bangun pagi dan menjalani ritual pagi mulai dari mandi dan beres-beres, saat itulah saya harus sudah ditemani kopi. Yang paling nikmat tentunya ketika pagi-pagi yang cerah, berjemur untuk menghangatkan punggung sambil minum kopi ditemani bala-bala (orang Sunda pasti tahu apa itu bala-bala, hehehe) atau makanan ringan lainnya.
Sebut saja saya sudah kecanduan kopi, tapi saya tidak menganggap itu masalah, karena kopi itu halal dan tidak membahayakan kesehatan selama diminum dalam jumlah yang wajar setiap harinya. Sebaliknya, jika tidak minum kopi, saya justru selalu merasakan pening di kepala terutama ketika hari beranjak siang.
Ini kopi kegemaran saya. Kapucino. Entah di rumah atau di luar rumah, saya selalu minum kapucino. Tentu gambarnya tidak seperti ini, tapi ini demi menghindari kesan iklan. hehehehe
Ini jenis kopi kedua yang jadi kesukaan saya. Kopi hitam kental manis. Ini kopi yang saya minum ketika stok kapucino sudah habis di laci persediaan, juga di toko-toko langganan terdekat. Kalau sudah begitu, saya pasti larinya ke kopi hitam. Kalau ada yang tanpa ampas, itu bagus. Kalau tidak ada, yang berampas pun tidak apa-apa asal tidak terlalu sering. Maklum, kopi berampas berpotensi membahayakan maag, katanya.
Dalam sehari, saya tidak pernah meminum lebih dari tiga gelas kopi. Dalam hitungan saya, tiga gelas itu berarti masih di bawah ambang batas konsumsi kopi per hari yang sehat, yaitu 1000 ml per hari.
Dengan kopi, alhamdulillah saya selalu merasakan ada energi untuk bekerja dan berkarya. Buku perdana saya tulis sambil ditemani kopi. Begitu pula buku-buku dan terjemahan-terjemahan berikutnya. Demikian pula dengan blog-blog dan situs-situs milik sendiri atau pesanan orang, saya kerjakan sambil ditemani kopi.
Kopi menemani saya di pagi hari, sore hari, juga malam hari, apalagi jika begadang. Tentunya sambil dibarengi dengan air mineral dalam jumlah yang cukup juga.
Nah, bagaimana dengan Anda? Apa minuman yang selalu menemani Anda berkarya?
M. Ramdhan Adhi
Menikmati hidup sebagai penerjemah profesional dalam pasangan bahasa Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Anggota Penuh di Himpunan Penerjemah Indonesia dan Sekretaris di HPI Komda Jabar. Dosen luar biasa untuk mata kuliah English for Business di Program Studi Akuntansi, Universitas Pendidikan Indonesia. Memiliki hasrat terbesar dalam bidang linguistik, penerjemahan, Internet, blogging, riset dan penulisan.
Related posts:










Pingback: Tweets that mention a freelance journal » Tiada Hari Tanpa Berkarya, Tiada Hari Tanpa Kopi -- Topsy.com