Hari Ini Meninggal, Besok Menikah

Ini kisah nyata tentang seseorang yang mengalami campur sari senang dan sedih dalam waktu berhimpitan.

Sebut saja namanya Yuli. Seorang gadis yang baru menginjak 22 tahun. Tubuh tidak tinggi. Cenderung pendek malah. Secara fisik, mukanya mirip Inneke Koesherawaty, khususnya ketika beliau telah berkerudung. Kecantikan fisik yang dibarengi kepribadian yang ramah, sikap yang selalu menyenangkan orang lain, dengan gaya penuh canda, santai, tapi tetap rajin dan berprestasi, membuatnya disukai banyak orang.

Kecerdasan yang diikuti rasa ingin tahu yang besar, serta keinginan untuk menimba ilmu sebanyak mungkin, membawa Yuli menjadi sosok yang cukup berwawasan, cukup melek, untuk ukuran gadis seusianya. Dia bisa diajak ngobrol hampir soal apa saja. Agaknya, dia mempraktekkan prinsip a well-rounded person. Seseorang yang bulat, yang memiliki sedikit pengetahuan tentang banyak hal, sehingga obrolan dengannya bisa menggelinding ke sana dan ke sini dengan lancar. Tapi percayalah, kebulatan wawasannya tidak ada hubungannya dengan kebulatan pipinya.

Sejak menginjak bangku SMA, Yuli sudah punya pemikiran untuk tidak berpacaran. Bukan karena perintah Ustad atau apa. Tapi lebih karena melihat pengalaman kakak-kakaknya. Di antara lima orang kakaknya, semuanya pernah mengalami kisah tragis dalam pacaran. Khususnya yang akhirnya tidak jadi menikah setelah berpacaran 7 tahun. Kepastian tidak jadi menikah itu datang tepat sehari sebelum Hari H pernikahan mereka.

Melihat pengalaman-pengalaman kakak-kakaknya itulah, Yuli akhirnya memutuskan untuk tidak berpacaran. Bagi Yuli, dengan segala kondisi hidup yang dijalani, pacaran tidak cocok untuknya. Mungkin sesuai buat teman-temannya, tapi tidak baginya. Itu pendirian Yuli.

Meski begitu, dia tetap bergaul seperti biasa. Dan sudah risiko seorang gadis cerdas, cantik, supel, maka banyak teman-temannya, senior-seniornya, di sekolah maupun di kampus, bahkan hingga relasi saudara-saudaranya, yang jatuh hati kepada Yuli. Setiap dari mereka mengajak pacaran.

Tapi Yuli bergeming. Dia selalu berkata tidak. Bukan tidak tertarik dengan orang-orang itu, tapi tidak tertarik dengan proposal yang diajukan. Yang dinantinya adalah proposal menikah. Dan jangan dikira tidak ada proposal menikah yang mampir ke rumah Yuli. Beberapa pemuda tampan, kebanyakan mahasiswa kedokteran dan para calon tukang insinyur, menghadap Ibunda Yuli sambil membawa proposal itu. Tapi belum ada yang pas.

Hingga akhirnya tahun lalu datanglah seorang pemuda membawa proposal yang disetujui oleh Ibunda dan Yuli sendiri. Mereka berencana menikah tahun ini, setelah Yuli sidang sarjana. Dan Hari H yang mereka rencanakan itu adalah besok, Minggu, 11 Mei 2008.

Maka pekan ini adalah hari-hari tersibuk dalam hidup Yuli. Segala sesuatu yang telah dipersiapkan jauh-jauh hari, diperiksa ulang demi kelancaran hari sakral itu. Tapi di akhir pekan ini, semua hiruk pikuk kesibukan berbalut suka itu tiba-tiba berganti menjadi kesibukan bernuansa duka.

Ya, tadi subuh, Sabtu, 9 Mei 2008, sang Ibunda tercinta meninggal dunia, menyusul sang ayah yang sedang bercengkrama dengan para malaikat di surga.

Hari ini, panitia pernikahan yang diketuai oleh kakak tertua Yuli, akhirnya beralih fungsi menjadi panitia pengurusan jenazah. Umbul-umbul pernikahan diganti simbol-simbol rumah duka.

Pemakaman sudah dilaksanakan tadi jelang petang. Pernikahan tetap diselenggarakan besok siang. Tapi malam ini Yuli diliputi rasa bimbang dan gamang. Karena baginya ijal kabul besok tak akan dijalani dengan penuh rasa senang.

Related posts:

  1. Postingan Perdana Setelah Menikah
  2. Tiada Hari Tanpa Berkarya, Tiada Hari Tanpa Kopi
  3. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429H
  4. Bahkan Kuburan Juga Bisa Menikah
  • onyo

    so saaaaaaaaaaadddddddddddd.. :’(

    ho oh. so sad :-(
  • ephank

    sedihhh bgt y…..

    tapi om, kyknya itu penulisan tanggal sama harinya gak pas deh, soalnya saya liat hari ini, minggu tanggal 11 Mei
    2008,,,
    “that’s good, johnny…”. keep on blogging…

    Adhi: Oia, bener. Hatur nuhun a epank. Dengan demikian kesalahan telah kami koreksi. :-)
  • http://www.rampok.org rama

    sedih euy..

    :-(
  • R. Anggoro

    that’s life kang…. tabah lah.

    di awal cerita saya fikir ini adalah pembenaran diri dari seorang penulis yang masih menjomblo… entah apa alasan dan penyebabnya.

    tapi, endingnya mengejutkan. Good

  • http://bolabola.info Berita sepakbola Dunia

    berita sedih sich bos…tapi emang setiap usaha pati ada tantangan nya…yang penting kita harus berjuang dan bekerja keras…. ;-)
    .-= Berita sepakbola Dunia´s last blog ..Ronaldo Lebih Baik Dari Zidane =-.