Diari {10} Add your reply?

Cabe Rawit Bandung Bikin Pundung

{ Tags: None \ Feb16 }

Acara kongkow di malam minggu itu seharusnya menjadi acara santai. Acara melepas lelah dan penat setelah seharian bekerja. Acara yang diniati untuk mencari gelak tawa. Tak dinyana tak disangka, acara kongkow malam minggu itu berakhir dengan muram durja.

Sabtu itu saya dan kawan-kawan berkumpul di kantor Bundar milik kawan saya, Oky. Setelah berkutat dengan segala pekerjaan di depan komputer, pukul delapan malam kami bergerak untuk menyudahi akhir pekan itu dengan sesi makan malam dan nongkrong. Tujuan pertama adalah Sop Kambing dan Sapi Banceuy. Ini tempat yang highly recommended buat kalian para meat lovers. Setelah puas mengisi perut, kami melanjutkan perjalanan ke arah Dago. Sambil berkendara, kami bermusyarah mengenai lokasi yang akan kami jadikan tempat kongkow malam itu. Akhirnya terpilihlah Cabe Rawit yang terletak di Jalan Teuku Umar.

Melihat pengunjung yang membludak, kami sempat kuatir tidak kebagian tempat. Setelah menunggu lima menit, akhirnya seorang pelayan berhasil menemukan meja buat kami yang masih berempat (dua lagi nanti nyusul). Itu tepat pukul sepuluh. Karena perut sudah terisi di Banceuy, kami hanya memesan empat jus dan dua porsi pisang keju untuk menemani kami bersantai di malam itu.

Sekitar setengah jam kemudian, datang jus strawberry untuk salah seorang dari kami. Sepuluh menit berikutnya datang lagi dua jus untuk kawan yang lain. Sepuluh menit berikutnya datanglah jus pesanan saya. Pisang keju entah ke mana. Seorang pelayan bilang akan segera diantar.

Karena tak kunjung tiba, kami bertanya kepada seorang pelayan, mengapa pisang keju kami masih juga belum datang. Si pelayan bertanya apakah ini order tambahan atau bagaimana. Kami tegaskan bahwa itu masih order yang tadi, bareng dengan jus. Si pelayan lalu menuju dapur mengingatkan kru dapur.

Pukul 23.10 dua kawan kami datang menyusul ke lokasi. Kami ingatkan mereka untuk memesan yang cepat saji. Sambil bercanda, kawan kami itu nyeletuk kepada pelayan, “Mas, yang dibikinnya cepat yang mana nih?” Sang pelayan, kali ini yang wajahnya mirip petinju kebanggaan kita Chris John, menjawab dengan lancar, “Semuanya juga cepat kok, mas. Cuma kan yang harus dilayani bukan Anda saja. Kami juga harus melayani yang lain. Jadi itulah alasannya kenapa pesanannya lama datangnya.” Cara yang sangat bagus untuk menjawab keluhan pelanggan. Kontan saja jawaban itu membuat kami semua bĂȘte. Bagi saya pribadi, saya akan lebih memahami dan memaafkan jika saja dia menjawab, “Oh iya mas, maaf, kami lupa pesanannya.” Atau “Oh maaf mas, pesanan Anda terselip, nanti akan segera kami sajikan” atau apalah yang intinya mengakui kealpaannya dalam melayani pesanan dengan cepat.

Sungguh saya tidak habis pikir. Bagaimana mungkin sebuah kafe terkenal seperti itu perlu waktu satu jam untuk memenuhi pesanan berupa empat jus dan dua porsi pisang keju? Kebetulan di meja tetangga, ada sepasang suami istri yang datang setelah kami. Mereka kelihatannya memesan menu makanan berat. Lucunya, yang datang duluan adalah sayuran dan dagingnya, sedangkan nasinya datang setelah pasangan berbahagia itu menagih kepada pelayan.

Apakah itu pengaruh hari Valentine? Saya pikir tidak. Cabe Rawit memang selalu ramai di malam minggu, kok. Artinya mereka sudah terbiasa menghadapi pengunjung yang begitu banyak. Apalagi kalau dibandingkan Ngopi Doeloe yang terletak persis di sebelahnya. Sama-sama ramai, tapi tidak ada kendala sedikitpun dalam hal penyajian pesanan pelanggan. Bahwa ada beberapa menu yang sudah kehabisan bahan, itu sangat bisa dimaklumi. Tapi tidak ada pesanan yang baru datang satu jam sejak dipesan.

Begitulah pengalaman saya dan kawan-kawan di Cabe Rawit. Secara menu dan harga, tampaknya rasanya enak-enak. Tapi dari keluarga jus yang kami pesan, saya tidak merekomendasikannya. Lebih baik pesan yang lain. Atau ke kafe lain. Kalau untuk keluarga coklat, bolehlah rasanya mantap. Untuk pisang keju, itu juga tergolong enak. Tapi untuk kualitas pelayanan dan kecepatan penyajian, bagi saya dan kawan-kawan, ini kafe yang ENGGAK BANGETS! Khususnya karena ada pelayan yang dengan dinginnya tidak berempati kepada pelanggan yang lama menanti pesanan. Tapi Allah memang adil. Tak lama kemudian kami menyaksikan si pelayan itu didamprat habis-habisan oleh seseorang yang mungkin supervisor atau manajer atau pemilik kafe. Puas rasanya melihatnya. Hahahaaa. Sejak momen itu, saya menoleh sedikitpun langsung dihampiri seolah hendak memesan yang lain. :grin:

Kalau Anda ingin nongkrong lama-lama di sana, kelihatannya memang itu tempat yang cocok. Tapi kalau Anda bercita-cita nongkrong lama sambil ditemani makanan dan minuman yang datangnya tidak pake lama, cari saja tempat lain. :grin:

  • Share/Bookmark

10 responses so far, Say something?

  1. 1

    Rudy Zulkarnaen

    makanya kalo makan2 ajak2 mamang rudy… :mrgreen:

    [Reply]

  2. 2

    Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009

    kok saya jadi laper abis baca tulisan ini hehe… btw welcome back mas :D

    [Reply]

  3. 3

    oky

    tenang…tenang…supervisor nya sudah minta mmaf ko ke saya…katanya emang para pelayan nya kurang sekali masa pelatihannya…jadi langsung aja saya sampaikan untuk mengikuti pelatihan dari salah satu perusahaan saya..
    lumayan kan dapet job palentin…huehuehue…. :lol:

    [Reply]

  4. 4

    nenoy

    saya kebetulan salah seorang teman adhi yg ada di TKP… wuahahaha saya pikir saya lg terjebak di acara reality show ‘Hari yg Aneh’…, tp pikir2 kan saya bukan artis…!
    Bener kapok saya disana, hari itu adalah hari valentine yg paling buruk yg pernah saya alami.
    Buat Rudy…, yah maklum atuh kan sampean artis yg super sibuk, jd akan susah untuk mengikuti jejak kami para pengelana kuliner….hehehehe…

    [Reply]

  5. 5

    franchise

    Yang penting sabar aja… disetiap kejadian pasti ada hikmahnya :D

    [Reply]

  6. 6

    adhi

    betul sekali. banyak hikmah dari sanah. salah satunya adalah cari tempat lain kalau ingin kongkow. :grin:

    [Reply]

  7. 7

    Peluang Usaha

    ya….segala sesuatunya pasti ada imbalanya

    [Reply]

  8. 8

    Belajar SEO Para Pemula

    tak seharusnya sang pelayan berkata seperti itu :shock:

    [Reply]

  9. 9

    wisata seo sadau

    Nyari yang gak pake lama itu justru yang susah :razz:

    [Reply]

  10. 10

    ejakulasi dini

    Mungkin yang lebih cepat itu sediakan bahannya dirumah dan bikin sendiri, kapanpun bisa :mrgreen:

    [Reply]

Pingbacks/Trackbacks

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Leave a comment

CommentLuv Enabled

© 2010 a freelance journal. Theme Created by miloIIIIVII.
With 74 queries in 0.243 seconds.
Valid CSS 2.1. | Valid XHTML 1.0
111 posts within 26 categories, 220 tags and 10 widgets.