Salah besar kalau dikira ini tulisan nyastra. Ini sama sekali tidak mengandung unsur sastra, apalagi unsur klenik. Kuburan yang satu ini merujuk pada nama orang.
Ya, dunia mengenalnya dengan nama Kuburan.
Nama yang aneh. Lebih aneh lagi ketika ternyata nama itu juga dia pakai untuk jaringan bisnis online yang dibangunnya. Maka jadilah nama hosting KuburanCeria. Heran juga ya, kok bisa ceria-ceriaan di kuburan.
Awal perkenalan saya dengan Kuburan, seperti biasa, hasil blogwalking. Maklumlah, syahwat blogging saya sedang tinggi-tingginya. Setiap hari menyempatkan cari ilmu blogging. Dan salah satu agenda blogwalking itu mengantarkan saya ke blog Kuburan. Dari situlah terjalin hubungan yang awalnya bernuansa bisnis. Selanjutnya dan seterusnya, saya harap bisa menjadi pertemanan atau bahkan persaudaraan.
Sumpah, bukan nama kuburan itu yang membuat saya betah dengannya. Yang membuat saya terkesan dengan Kuburan sederhana saja: semangat berbagi.
Ketika berahi blogging saya berada di puncak, saya selalu mencari orang-orang yang saya pikir akan mau mengajari saya segala sesuatunya soal blogging sini blogging sana. Ketika berkonsultasi dengan Mbah Google, saya melihat banyak juga orang Indonesia yang punya nama besar di belantara ini. Tapi ketika saya membuka jalur komunikasi dengan mereka, kelihatannya mereka sudah sangat sibuk dengan dunianya. Mereka tak akan punya waktu untuk meladeni saya.
Ini beda dengan Kuburan. Dengannya, saya bisa bertanya dan belajar hal-ihwal dunia blogging. Khususnya blogging for duit. Mungkin karena saya juga akhirnya membeli beberapa produk dia, maka jalan untuk belajar juga terbuka lebar. Apalagi dia sendiri punya prinsip memberikan layanan prima kepada pelanggannya. Sejak itu, jadilah saya salah seorang pelanggan setianya.
Jujur saja, saya membeli produk dia bukan semata karena produknya itu. Tapi karena orangnya. Kalau produk yang jadi ukuran, maka saya bisa dapatkan di tempat lain, dengan kualitas yang setara atau lebih baik. Tapi yang membuat saya sulit ke tempat lain adalah pelayanan personal khas Kuburan. Saya ingat betul, kali pertama saya ngobrol dengan Kuburan via YM. Tidak terlalu lama oboralannya. Sekitar 2-3 jam saja. Tapi ilmu yang saya dapat waktu itu jauh lebih banyak ketimbang saat saya ikut kursus bisnis online kepada seseorang yang konon pakar internet marketing.
Itulah sebabnya, saya betah bersama Kuburan yang satu ini. Padahal biasanya, saya lebih suka ambil jalan jauh memutar daripada harus melewati jalur kuburan. hiiiii…
Related posts: