Archive for the ‘Linguistik’ Category
Linguistik, Bahasa dan Kebahasaan
Mulai hari ini, saya akan dan ingin mencoba untuk menulis tentang linguistik. Segala sesuatu yang terkait dengan linguistik, dan bahasa, akan coba saya bahas. Misalnya tentang linguistik itu sendiri, cabang-cabang linguistik, manfaat linguistik bagi kehidupan. Juga menarik membahas asal-usul kata, variasi bahasa, fenomena bahasa dalam kehidupan sehari-hari, dan banyak lagi.
Untuk menghindari kesan perkuliahan, saya akan coba menuliskannya dalam bahasa yang sehari-hari, sebisa mungkin. Saya berharap bisa menjangkau sebanyak dan seluas mungkin khayalak. Jadi sebisa mungkin saya hindari penggunaan istilah-istilah teknis. Kalaupun ada, nantinya akan diberi penjelasan.
Jika Anda memiliki masalah seputar bahasa dan kebahasaan, apapun itu, silahkan ajukan untuk dibahas di sini. Jika saya mampu, akan saya bahas. Jika saya tidak menguasainya, saya akan coba carikan sumber yang membahasnya. Silahkan gunakan formulir kontak yang tersedia.
Entri-entri seputar linguistik segera menyusul ![]()
Asal Usul Kata OK

Kata “OK” sudah sangat akrab bagi kita, dan bisa jadi ini adalah kata dalam bahasa Inggris yang paling tersebar luas ke seluruh dunia. Kata ini digunakan oleh para penutur bahasa-bahasa yang masih satu rumpun dengan bahasa Inggris, hingga yang berbeda rumpun. Bahkan orang-orang Rusia yang tidak mengenal susunan vokal+konsonan seperti ini, tetap fasih melafalkan “OK”. Demikian pula orang-orang Arab. Read the rest of this entry »
Pengaruh Pola Asuh terhadap Perkembangan Bahasa Anak
Setiap insan memiliki potensi yang sama untuk menguasai bahasa. Proses dan sifat penguasaan bahasa setiap orang berlangsung dinamis dan melalui tahapan berjenjang. Dalam hal ini dikenal dua istilah yakni pemerolehan dan pembelajaran bahasa. Kridalaksana (2001: 159) mendefinisikan pemerolehan bahasa (language acquisition) sebagai proses pemahaman dan penghasilan bahasa pada manusia melalui beberapa tahap, mulai dari meraban sampai kefasihan penuh; sedangkan pembelajaran bahasa (language learning) diartikan sebagai proses dikuasainya bahasa sendiri atau bahasa lain oleh seorang manusia. Krashen (dalam Johnson & Johnson, 1999: 4) menyifati pemerolehan sebagai proses alami yang berlangsung tanpa adanya perhatian secara sadar terhadap bentuk-bentuk linguistis; kondisi minimal pemerolehan ialah partisipasi dalam situasi komunikasi yang alami. Adapun pembelajaran merupakan proses yang terjadi secara sadar yang oleh Krashen ditandai dengan dua karakteristik: adanya umpan balik dan pengisolasian kaidah. Sebagian ahli mengeritik gagasan Krashen karena dianggap tidak mampu membedakan kedua proses tersebut secara memuaskan (Johnson & Johnson, 1999: 4). Terlepas dari itu, para ahli bersepakat bahwa aspek yang terpenting dalam pemerolehan bahasa adalah fungsi bahasa. Salah satu fungsi bahasa adalah alat berkomunikasi. Karena itu, seseorang yang sering menggunakan bahasa untuk berkomunikasi akan semakin tinggi tingkat kompetensi dan performansinya. Dengan kata lain, faktor interaksi akan lebih menentukan keberhasilan seseorang dalam penguasaan bahasa. Read the rest of this entry »
Anda

Usai menunaikan shalat zhuhur, saya dan seorang teman duduk-duduk sambil berbincang-bincang di selasar Al-Furqan, simbol kereligiusan kampus Universitas Pendidikan Indonesia. Seorang perempuan melintas di hadapan kami. Teman saya menunjuk ke arah perempuan itu sambil berkata, “Saya seneng sama akhwat itu. Dia ngomongnya sopan sekali. Kalo ngomong sama saya dia selalu pake kata Anda. Padahal sama orang lain mah gak pernah.“ Dengan nada mengejek saya bilang, “Jangan geer dulu. Belum tentu dia bersikap sopan kamu. Siapa tahu dia tidak suka sama kamu.“ Teman saya kaget dan matanya menagih penjelasan. Dan inilah penjelasan saya. Read the rest of this entry »
Akhwat adalah Perempuan (Tapi Tidak Sebaliknya?)
Di lingkungan kampus, khususnya di kalangan aktivis keislaman, ada sebuah gejala bahasa yang menarik; yaitu penyerapan kosakata bahasa Arab (BA). Dari sekian banyak kata yang diserap, tulisan ini membatasi pembahasan pada lima kata, yaitu antum, akhi, ukhti, ikhwan, akhwat. Kelima kata tersebut mengundang kontroversi karena ada kecenderungan memarjinalkan kosakata bahasa Indonesia (BI) yang bersinonim dengannya. Inilah yang membuat peristiwa penyerapan kata ini menjadi menarik untuk dikaji. Read the rest of this entry »





