Cosa Aranda adalah salah satu sosok yang menginspirasi saya untuk membuka jasa penulisan konten. Tidak secara langsung memang. Tapi melalui salah satu tulisannya, Bang Cosa memberikan gambaran betapa bagusnya prospek jasa content writer. Dalam tulisannya itu pula Bang Cosa memberikan dua hal yang selalu saya ingat sampai sekarang. Yaitu untuk masalah penetapan harga jasa dan sikap untuk tidak rakus menerima orderan.
Pertama, percaya diri dengan harga yang dipasang. Salah satu unsur persaingan usaha adalah perbedaan harga. Terkadang terjadi perang harga dalam arti berlomba-lomba menyediakan jasa penulisan konten dengan harga serendah atau semurah mungkin. Dalam hal ini Bang Cosa mengingatkan untuk berani dan percaya diri dengan kualitas pekerjaan kita. Ini juga senada dengan pengalaman saya ketika menggunakan jasa content writer luar negeri. Saya pernah menggunakan jasa mereka, mulai dari yang termurah hingga yang relatif lebih mahal. Dari situlah saya semakin percaya dengan pemeo bahwa “Price never lies”. Harga memang tidak pernah bohong. Atau bisa juga dikatakan “You get what you paid for”. Anda mendapatkan apa yang Anda bayarkan. Berbekal pengalaman itulah, selain juga melihat kemampuan diri sendiri, saya berani untuk pasang harga jasa content writer seperti yang saya tetapkan sekarang. Saya juga tidak tergiur untuk menurunkan harga serendah mungkin hanya karena ada iming-iming jumlah artikel pesanannya banyak. Tentu saja saya terbuka untuk melakukan negosiasi harga jika memang pesanannya banyak. Tapi saya tidak bisa menjanjikan untuk menurunkan harga saya terlalu rendah
Hal kedua adalah tentang ketidakrakusan menerima orderan. Yang namanya orang usaha pasti ingin mendapatkan pemasukan. Cara tercepat untuk meraih pemasukan sebanyak-banyaknya adalah dengan mendapatkan orderan sebanyak mungkin. Tapi dalam tulisannya itu, Bang Cosa justru memberikan petuah untuk tidak rakus dalam hal menerima orderan. Dalam arti, sebagai seorang penulis konten atau content writer, kita sebaiknya bisa mengukur diri. Kalau memang sedang ada orderan, jangan memaksakan diri menerima lebih banyak lagi orderan hanya karena tergiur besarnya potensi nominal, padahal kita sadar bahwa itu semua tidak bisa mengerjakannya sesuai deadline yang diminta. Jika dipaksakan, biasanya itu mendatangkan celaka. Entah dalam bentuk penurunan kualitas tulisan, ketidakmampuan mengejar deadline, atau yang paling parah: stamina kita drop sehingga kita sakit lalu tidak bisa mengerjakan sisa pesanan. Jujur saja, saya pernah melakukan hal seperti itu dan memang terjadilah apa yang tidak diinginkan itu. Bagaimana kalau kita mendelegasikan orderan itu ke orang lain? Ide bagus, tapi berisiko. Risikonya ada pada kendali mutu. Kalau memang bisa dijaga kesetaraan kualitas pekerjaannya, itu bagus. Tapi akan berabe jika ternyata kualitasnya tidak terjaga
Berbekal dua hal itulah, alhamdulillah akhir-akhir ini usaha jasa content writer saya semakin menjanjikan. Klien saya memang tidak terlalu banyak, tapi bersifat berkelanjutan alias klien-klien itu datang lagi dan datang lagi. Itu menandakan mereka puas dengan pekerjaan saya (semoga benar begitu, hehehee). Kepada para klien itu saya selalu berusaha untuk jujur dan terbuka. Jika memang saya sedang ada pekerjaan, saya katakan saja bahwa saya sedang ada pekerjaan sehingga baru bisa mengerjakan pesanan lain pada tanggal sekian dan sekian, misalnya. Untuk harga juga saya tetap membuka kesempatan nego, dengan mempertimbangkan jangka waktu pengerjaan dan jumlah artikel yang dipesan.
Selama satu pekan kemarin saya di-booking untuk mengerjakan 50 artikel. Alhamdulillah sudah tuntas semuanya. Sekarang saya siap untuk menerima orderan baru. Jadi, kalau ada yang ingin pesan artikel untuk blog atau review atau apapun, silakan langsung saja hubungi saya dengan cek harga di sini. hehehehe
Untuk kawan-kawan sesama content writer, atau yang pernah menggunakan jasa penulis konten atau artikel, silakan berbagi pengalamannya di kolom komentar. Oia, saya doakan sukses untuk Anda semua, kawan-kawan
Related posts: