Menjadi Seorang Content Writer Yang Tahu Diri
{ Tags: content writer, jasa, penulis konten \ Nov16 }
Cosa Aranda adalah salah satu sosok yang menginspirasi saya untuk membuka jasa penulisan konten. Tidak secara langsung memang. Tapi melalui salah satu tulisannya, Bang Cosa memberikan gambaran betapa bagusnya prospek jasa content writer. Dalam tulisannya itu pula Bang Cosa memberikan dua hal yang selalu saya ingat sampai sekarang. Yaitu untuk masalah penetapan harga jasa dan sikap untuk tidak rakus menerima orderan.
Pertama, percaya diri dengan harga yang dipasang. Salah satu unsur persaingan usaha adalah perbedaan harga. Terkadang terjadi perang harga dalam arti berlomba-lomba menyediakan jasa penulisan konten dengan harga serendah atau semurah mungkin. Dalam hal ini Bang Cosa mengingatkan untuk berani dan percaya diri dengan kualitas pekerjaan kita. Ini juga senada dengan pengalaman saya ketika menggunakan jasa content writer luar negeri. Saya pernah menggunakan jasa mereka, mulai dari yang termurah hingga yang relatif lebih mahal. Dari situlah saya semakin percaya dengan pemeo bahwa “Price never lies”. Harga memang tidak pernah bohong. Atau bisa juga dikatakan “You get what you paid for”. Anda mendapatkan apa yang Anda bayarkan. Berbekal pengalaman itulah, selain juga melihat kemampuan diri sendiri, saya berani untuk pasang harga jasa content writer seperti yang saya tetapkan sekarang. Saya juga tidak tergiur untuk menurunkan harga serendah mungkin hanya karena ada iming-iming jumlah artikel pesanannya banyak. Tentu saja saya terbuka untuk melakukan negosiasi harga jika memang pesanannya banyak. Tapi saya tidak bisa menjanjikan untuk menurunkan harga saya terlalu rendah
Hal kedua adalah tentang ketidakrakusan menerima orderan. Yang namanya orang usaha pasti ingin mendapatkan pemasukan. Cara tercepat untuk meraih pemasukan sebanyak-banyaknya adalah dengan mendapatkan orderan sebanyak mungkin. Tapi dalam tulisannya itu, Bang Cosa justru memberikan petuah untuk tidak rakus dalam hal menerima orderan. Dalam arti, sebagai seorang penulis konten atau content writer, kita sebaiknya bisa mengukur diri. Kalau memang sedang ada orderan, jangan memaksakan diri menerima lebih banyak lagi orderan hanya karena tergiur besarnya potensi nominal, padahal kita sadar bahwa itu semua tidak bisa mengerjakannya sesuai deadline yang diminta. Jika dipaksakan, biasanya itu mendatangkan celaka. Entah dalam bentuk penurunan kualitas tulisan, ketidakmampuan mengejar deadline, atau yang paling parah: stamina kita drop sehingga kita sakit lalu tidak bisa mengerjakan sisa pesanan. Jujur saja, saya pernah melakukan hal seperti itu dan memang terjadilah apa yang tidak diinginkan itu. Bagaimana kalau kita mendelegasikan orderan itu ke orang lain? Ide bagus, tapi berisiko. Risikonya ada pada kendali mutu. Kalau memang bisa dijaga kesetaraan kualitas pekerjaannya, itu bagus. Tapi akan berabe jika ternyata kualitasnya tidak terjaga
Berbekal dua hal itulah, alhamdulillah akhir-akhir ini usaha jasa content writer saya semakin menjanjikan. Klien saya memang tidak terlalu banyak, tapi bersifat berkelanjutan alias klien-klien itu datang lagi dan datang lagi. Itu menandakan mereka puas dengan pekerjaan saya (semoga benar begitu, hehehee). Kepada para klien itu saya selalu berusaha untuk jujur dan terbuka. Jika memang saya sedang ada pekerjaan, saya katakan saja bahwa saya sedang ada pekerjaan sehingga baru bisa mengerjakan pesanan lain pada tanggal sekian dan sekian, misalnya. Untuk harga juga saya tetap membuka kesempatan nego, dengan mempertimbangkan jangka waktu pengerjaan dan jumlah artikel yang dipesan.
Selama satu pekan kemarin saya di-booking untuk mengerjakan 50 artikel. Alhamdulillah sudah tuntas semuanya. Sekarang saya siap untuk menerima orderan baru. Jadi, kalau ada yang ingin pesan artikel untuk blog atau review atau apapun, silakan langsung saja hubungi saya dengan cek harga di sini. hehehehe
Untuk kawan-kawan sesama content writer, atau yang pernah menggunakan jasa penulis konten atau artikel, silakan berbagi pengalamannya di kolom komentar. Oia, saya doakan sukses untuk Anda semua, kawan-kawan






loly
Halo Mas, apa kabar..?
)), history Mas nanti mungkin sesuatu yang inspiratif buat saya karena saya gak ngerti mulai darimana untuk jadi content writer ini. Thx a lot yah before…
Salam kenal yah…
Saya mau tanya, bagaimana dulu awal-awalnya bisa menjadi seorang content writer, kasih tau historynya dong, soalnya aku pengen banget jadi seorang penulis (saya senang dunia menulis), entah nulis apa aja dan kebetulan saat ini lagi interest dengan online business, sekarang seh sedang menjajaki satu persatu (lagi belajar (newbie
Cheers… :
[Reply]
adhi Reply:
November 17th, 2009 at 11:00 pm
sebelum ngeblog, sy memang sudah terbiasa jalanin kerjaan nulis sama nerjemahin. jadi ketika ngeblog, istilahnya tinggal nerusin kerjaan lama dg modus operasional dan marketing baru aja
[Reply]
loly Reply:
November 18th, 2009 at 6:29 pm
Thx before already reply, but maybe you have any history story that I can read please, just for inspiring my spirit again in writing. I like writing, still love till now. My writing experience from extracurricular organization in university before (Student Journalism), and I love English (talents that never gone from me), but very last practise now since in Jakarta. Maybe you can share a story that can make my light up again in writing and English. Thank you and succes for you.
[Reply]
loly
Thank you yah mas before…
[Reply]
adhi Reply:
November 18th, 2009 at 7:57 pm
OIC. Ok my friend Loly. As soon as possible I’ll write a post about steps becoming a content writer. Btw, you already have the passion to write. That’s a very good thing. Keep up the spirit and please come back later to read what you are looking for
[Reply]
loly Reply:
November 18th, 2009 at 8:32 pm
Great thank you for your reply, very fast reply and I’m waiting for your promise, hehehehe…..
Keep up the good work in writing budy…. Nice to know you
Cheers…
[Reply]
Agung
biasa saya pakai jasa penuliscontent, 200 word $1.. lumayanlah servicenya.. tp boleh juga nih nyoba yg 1 ini..
Agung´s last blog ..Geisha
[Reply]
english note
wah bagus juga tuh profesi baru tentang content writer. saya mau banget tuh jadi content writer. Mas bagaiaman syaratnya agar saya bisa jadi content writer ? promosinya gimana ?
[Reply]
hanny
KAng Adhi, minta diajarin donk jadi content writer, waktu masih kul saya nih suka nulis, tapi sekarang pas kerja jd ga semangat nih, setelah baca tulisan tersebut di atas jadi semangat…
[Reply]
adhi Reply:
November 20th, 2009 at 8:41 pm
Ok, Hanny. Insya Allah mulai minggu depan saya bahas sedikit demi sedikit ya soal langkah-langkahnya…
[Reply]
fiki
blog walking ya mas
[Reply]
hari wibowo
its cool bro
hari wibowo´s last undefined ..If you register your site for free at
[Reply]
kemal
penulis konten bisa jadi alternatif pekerjaan baru nihh

kemal´s last blog ..iPod Facts
[Reply]
MMA Pound For Pound
Biasanya menetapkan tarif berapa mas Adhi? Aku dan temen2 sering cari2 jasa seperti ini, saat2 ini lg coba2 di microworker, memang lumayan murah, tapi mesti selektif juga
[Reply]
adhi Reply:
December 27th, 2009 at 1:54 am
Betul sekali. Sebaiknya memang selalu selektif. Kalo saya di $1/150 kata
[Reply]
Jackson
Inspirasi baru buat gue, ternyata ada peluang yang menjanjikan dari bakat menulis…
Jackson´s last blog ..Four Tips to Find Cheap Hotel Rates in Las Vegas
[Reply]
Condominium Design
Wah untuk sementara aq masil lebih suka pake auto content. Terutama untuk develop blog2 baru. Contohnya seperti yang aku pake di blog Condominium Design ku ini
[Reply]