Tadi malam saya dapat email. Isinya iklan pribadi. Katanya dia sedang buka lowongan kerja buat siapa saja yang berminat jadi content writer. Keliatannya sih itu buat ngisi blog-blog dia yang udah bejibun kali ya. [hebat uy!]
Menarik sih upahnya. Dua jeti. Yang tidak menarik adalah apa yang harus dilakukan: menulis 1 artikel setiap hari kerja, yaitu Senin-Jumat. Setiap artikel ditulis dalam bahasa Inggris sejumlah 500 kata. Minimal. Berarti total sebulan harus menulis 20 artikel dalam topik yang sama. Plus, harus kontinyu.
Nah di situ masalahnya. Rasanya ga seimbang aja gitu. Apalagi, di luar sana, kita bisa menulis 3 (tiga) artikel pendek, 150-300 kata, per minggu, alias 12 artikel per bulan, dengan bayaran minimal 85 dolar amrik per bulan.
Jadi, pilih mana? Ya terserah yang mau aja deh. Tapi kalau saya sih, engga ah. Mendingan melakoni kerjaan yang sekarang.
Ngomong-ngomong, di Indonesia sini sudah ada jasa content writer yang kredibel belum yah? Kalau belum ada, mau bikin aja ah. ![]()
M. Ramdhan Adhi
Menikmati hidup sebagai penerjemah profesional dalam pasangan bahasa Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Anggota Penuh di Himpunan Penerjemah Indonesia dan Sekretaris di HPI Komda Jabar. Dosen luar biasa untuk mata kuliah English for Business di Program Studi Akuntansi, Universitas Pendidikan Indonesia. Memiliki hasrat terbesar dalam bidang linguistik, penerjemahan, Internet, blogging, riset dan penulisan.
Related posts:








