
Seperti kebanyakan orang pada umumnya, sebagian besar usia saya sejak lahir hingga sekarang lebih banyak mengikuti “mazhab” pemerintah dalam memulai dan mengakhiri Ramadhan. Sejak SMP saya memang mengenal istilah rukyat hilal dan hisab, tapi pada prakteknya saya dan keluarga selalu menanti pengumuman resmi pemerintah, barulah kami berpuasa. Saya kira kebanyakan orang juga begitu, kan? ![]()
Kebiasaan itu berubah pada tahun 2000. Seiring bertambahnya bacaan, (sedikit) meluasnya “pergaulan”, dan (sedikit) meningkatnya frekuensi diskusi dengan berbagai kalangan, pengetahuan dan pemahaman saya terhadap perkara awal-akhir Ramadhan mengalami (sedikit) pendalaman. Dan tahun 2000 itulah awal mula saya mengambil pendapat rukyat hilal dalam penentuan awal-akhir Ramadhan. Yang saya pilih adalah rukyat hilal global, bukan rukyat hilal nasional. Itu pilihan saya pribadi, karena keluarga saya tetap menganut paham menunggu pengumuman pemerintah. Sekiranya Anda ingin tahu mengenai masalah ini secara lebih mendalam, tulisan ini merupakan salah satu sumber yang paling komprehensif menjelaskannya. Continue reading ‘Puasa Ramadhan Kali Ini Kita Berbarengan’
Hidup selalu saja penuh kejutan-kejutan. Serapi apapun kita menyusun rencana, dan segigih apapun kita bekerja keras menjalani setiap jengkal disain hidup itu, selalu saja ada hal-hal yang terjadi di luar ekspektasi dan prediksi. Selalu saja ada perkara yang membuat kita berteriak “Damned! All my plans ended up in failure! Shit!”. Atau bagi orang yang rada religius, mungkin cukup berbisik lirih “Astaghfirullah, cobaan apa lagi ini.” Atau kombinasi gaya, “Damned, astaghfirullah, gagal euy!”, he he he.
Apapun cara mengungkapkannya, yang pasti seorang lelaki tak boleh berdiam diri dan menyerah pada keadaan. Di usia yang sejengkal lagi menginjak kepala tiga, tentu saja saya sudah terbiasa makan asam garam kehidupan, lengkap beserta pahit manisnya. Dengan menggunakan jendela positif dalam memandang dunia, Insya Allah setiap hal pahit tidaklah benar-benar pahit. Karena dalam setiap masalah, selalu ada kesempatan baru. Dalam setiap kegagalan, selalu ada kesempatan untuk memulai babak baru yang akan menghasilkan akhir baru yang lebih baik. Continue reading ‘Bersekolah di Luar Negeri’
Pengaruh Pola Asuh terhadap Perkembangan Bahasa Anak
0 Comments Published August 22nd, 2008 in Linguistik
Setiap insan memiliki potensi yang sama untuk menguasai bahasa. Proses dan sifat penguasaan bahasa setiap orang berlangsung dinamis dan melalui tahapan berjenjang. Dalam hal ini dikenal dua istilah yakni pemerolehan dan pembelajaran bahasa. Kridalaksana (2001: 159) mendefinisikan pemerolehan bahasa (language acquisition) sebagai proses pemahaman dan penghasilan bahasa pada manusia melalui beberapa tahap, mulai dari meraban sampai kefasihan penuh; sedangkan pembelajaran bahasa (language learning) diartikan sebagai proses dikuasainya bahasa sendiri atau bahasa lain oleh seorang manusia. Krashen (dalam Johnson & Johnson, 1999: 4) menyifati pemerolehan sebagai proses alami yang berlangsung tanpa adanya perhatian secara sadar terhadap bentuk-bentuk linguistis; kondisi minimal pemerolehan ialah partisipasi dalam situasi komunikasi yang alami. Adapun pembelajaran merupakan proses yang terjadi secara sadar yang oleh Krashen ditandai dengan dua karakteristik: adanya umpan balik dan pengisolasian kaidah. Sebagian ahli mengeritik gagasan Krashen karena dianggap tidak mampu membedakan kedua proses tersebut secara memuaskan (Johnson & Johnson, 1999: 4). Terlepas dari itu, para ahli bersepakat bahwa aspek yang terpenting dalam pemerolehan bahasa adalah fungsi bahasa. Salah satu fungsi bahasa adalah alat berkomunikasi. Karena itu, seseorang yang sering menggunakan bahasa untuk berkomunikasi akan semakin tinggi tingkat kompetensi dan performansinya. Dengan kata lain, faktor interaksi akan lebih menentukan keberhasilan seseorang dalam penguasaan bahasa. Continue reading ‘Pengaruh Pola Asuh terhadap Perkembangan Bahasa Anak’
Salah besar kalau dikira ini tulisan nyastra. Ini sama sekali tidak mengandung unsur sastra, apalagi unsur klenik. Kuburan yang satu ini merujuk pada nama orang.
Ya, dunia mengenalnya dengan nama Kuburan.
Nama yang aneh. Lebih aneh lagi ketika ternyata nama itu juga dia pakai untuk jaringan bisnis online yang dibangunnya. Maka jadilah nama hosting KuburanCeria. Heran juga ya, kok bisa ceria-ceriaan di kuburan. Continue reading ‘Belajar di Kuburan’
Tadi malam saya dapat email. Isinya iklan pribadi. Katanya dia sedang buka lowongan kerja buat siapa saja yang berminat jadi content writer. Keliatannya sih itu buat ngisi blog-blog dia yang udah bejibun kali ya. [hebat uy!] Continue reading ‘Content Writer Company’
Hari-hari ini saya terkenang seseorang. Dia warganegara Amerika Serikat yang pernah bersekolah di SECAPA TNI AD, Bandung. Tak lama, hanya setahun. Selama itu, saya menjadi semacam asisten pribadinya. Membantunya memahami tugas-tugas sekolah, yang sebagian besar diberikan sore ini harus dikumpulkan besok pagi. Seringkali saya mengetikkan segala isi pikirannya dalam menjawab pekerjaan rumah itu. Jam kerja saya untuknya adalah 7-12 malam. Kadang lebih. hehe Continue reading ‘Ketika Kehebatanmu Hanya Tinggal Sejarah’

It’s been a long time since I saw the last long-queues in gas stations.
Last night I took my Mio out to see the situations in gas stations in Bandung. I wasn’t managed to cover all stations, of course, but things were as predicted: long lines in every station. Some stations even were closed before 7pm because of their reserves have ran out or they just worried of any potential demonstrations or even riots. Continue reading ‘Fuel Prices Fuel Anything’
I usually love the free version of AVG. I use it without complain. But I don’t like the newest version (8.0.100.) they released last month. I don’t like it simply because the add-on is not compatible with Firefox, especially with the Firefox 3 RC 1 that I’m testing now. I don’t know what went wrong. Maybe it’s in the Firefox? Or in the new AVG?
Please share me your experiences on both of them.
Barusan pas sedang googling soal cari cara mudah ikutan program paid-to-review, eh ada Tips Memburu Dollar “Paid to Review” yang diposting oleh seseorang bernama Udin.
Isinya menarik juga, khususnya buat saya yang pemula. Apalagi di situ jelas-jelas dipesankan buat pemula.
Untuk pemula
Untuk yang baru atau akan memulai bisnis Paid to Review (PTR) ini, saya sarankan anda untuk bergabung Blogvertise, Sponsoredreview atau Reviewme. Kenapa?
Blogvertise
PTR ini menerima blog dalam bahasa Indonesia. Tapi untuk reviewnya tetap hanya menerima review dalam bahasaInggris dan beberapa bahasa lain yang sudah dsupport. Blogvertise juga menerima blog dengan PR yang masih rendah. Dibayar tiap bulan dari setiap review. Misal anda membuat review tanggal 1 Januari, maka akan dibayar pada 1 Februari. Untuk blog dibawah PR4 rata $5-10 per review. Memang tawaran review sulit diprediksi, karena kita tak bisa melakukan bid seperti di Sponsoredreview yang akan saya jelaskan berikutnya. Tapi bagi pemula, ini sangat dianjurkan, karena tingkat kesulitannya sangat minim.Sponsoredreview
Yang ini menurut saya yang paling oke, khususnya bagi yang masih pemula. Blog dengan PR rendah pun bisa saja didaftarkan. Saat anda mendaftarkan sebuah blog, sponsoredreview akan memberikan penilaian kepada blog anda. Blog saya dipatok $20-100 per review. Ada beberapa yang dijadikan parameter. Link technorati, Alexa, Real Rank dan semuanya akan diakumulasikan akan ketemu berapa total rank anda. Semakin tinggi rank kita,semakin tinggi bayaran review yang akan kita dapat. Tipsnya, lakukan bid yang murah-murah saja, khususnya bagi yang masih pemula. Meski misalnya blog anda ditarif minim $25 tapi kalo ada tawaran $10 bahkan $5 diterima saja. pas awal-awal saya sering jaim, melakukan bid dengan harga yang tinggi. Kalo minim tak $20, nggak. Akhirnya saya nggak dapat tawaran. saran saya, lakukan yang kecil-kecil dulu, nanti kalau dah lancar, silakan melirik mangsa yang lebih besar.
Langsung saja saya coba. Apa betul Blogsvertise dan SponsoredReviews semudah itu. Daftarnya sih memang mudah ternyata. Tapi entahlah nantinya. Sekarang status saya sedang awaiting approval di Blogsvertise dan pending approval di SponsoredReviews.
Btw, ada yang tau gak, gimana cara mudah supaya blog kita gampang di-epruf oleh mereka-mereka?
Saya pernah coba masuk ke tempat yang menyediakan Jasa Penulisan English Paid Review, kebetulan di sana ada penawaran Jual Account PaidReview dengan “Blog siap daftar” atau “Account paidreview beserta blog-nya yang terdaftar untuk Anda”. Begitu katanya. Tapi ketika saya surati mereka, sampe sekarang belum ada jawaban. Baguuuuusss… hehehee
Biarlah. Saya tunggu saja kabar baik dari Blogsvertise dan SponsoredReviews. Sambil nunggu, kalau-kalau Anda punya saran atau jasa supaya saya bisa ikutan program beginian, kabar-kabari ya.
Btw, setiap kata Blogsvertise dan SponsoredReviews itu mengandung link afiliasi saya.
Pagi dini hari jelang final liga champion. Ketika folder spam di Gmail-ku dimasuki sebuah surat berjudul seperti judul postingan ini.
Isinya seperti ini:
Every crew of Gmail
Team felt very repentant to sent this bad news. Because of an
earthquake that comes from China recently and has broke up our server
and database there, so a part of our database which containing users
datas from asia region must got maintenance extremely. So we ask you to
re-confirmation your Gmail account datas and reply this message equiped your Gmail account datas as soon as it, so your Gmail can be used as usual.
If after one week we doesn’t get any reply, it mean this account are not valid again and we will delete for it.
Reply soon this mail by fills out form under this :
Birthday (dd/mm/yyyy) :
Location (Country) :
Postal Code :
Gmail Id :
Gmail Password :
Note !!
If after one week we doesn’t get any reply, it mean this account are not valid again and we will delete for it.
We are so sorry for this, and hope your coorporate very much
Pengirimnya dari sini: Gmail Team <supportservicesteam@gmail.com>
Ada yang dapat kiriman sejenis?





